Ini Metode PB PASI Bina Atlet agar Jadi Juara Dunia

JawaPos.com – Cabang olahraga atletik baru-baru ini menjadi sorotan dunia atas beberapa pencapaian prestasi tertinggi di setiap kejuaraan kelas dunia. Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menuturkan bahwa hal itu bisa terjadi karena mereka terus membina para atletnya dengan telaten sedari muda.

Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung menuturkan, selain melakukan latihan rutin di Stadion Madya, Senayan, Jakarta setiap harinya, mereka juga melakukan metode latihan yang lain. Mereka melatih pergerakan motorik mereka di dalam kolam renang.

“Para atlet akan berlari di dalam kolam renang dengan waktu yang ditentukan oleh pelatih,” kata Tigor.

Menurut tigor, dengan metode tersebut, para atlet mengalami perkembangan fisik yang signifikan. Setelah berlari dengan waktu yang ditentukan, mereka diperbolehkan istirahat selama 30 detik sebelum kembali berlari. Total, mereka harus berlari sebanyak 40 kali.

Cara berlari para atlet pun tidak sembarangan. Mereka harus berlari dengan teknik yang baik dan benar.

“Ada ketentuannya juga. Lari tidak boleh nunduk, tangan tidak boleh melebar, kemudian badan juga tidak boleh bongkok dan membusung berlebih,” kata Tigor.

Metode latihan inilah yang kemudian membuat Lalu Muhammad Zohri menjadi juara dunia lari 100 meter U-20 di Finlandia beberapa waktu lalu. Medali perak yang dihasilkan tim estafet 4×100 meter di Asian Games 2018 pun berhasil dikalungkan berkat metode latihan ini.

“Bayu (Kertanegara, salah satu pelari estafet, Red) berlari dengan teknik yang tepat sehingga tidak bisa dikejar oleh pelari Tiongkok,” tutupnya.

(isa/JPC)