Gunawan Jusuf Cabut Lagi Gugatan Praperadilan

Jakarta: Pemilik Sugar Group Company Gunawan Jusuf untuk kedua kalinya mencabut gugatan praperadilan. Praperadilan kembali diajukan terkait kasus dugaan penggelapan dan tindak pidana pencucian uang. 

Hal ini dikonfirmasi oleh Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Achmad Guntur, seperti dilansir Antara, Senin, 8 Oktober 2018. “Betul, ada pencabutan (gugatan) tadi,” ujar Achmad.

Pencabutan gugatan menyusul maraknya pemberitaan seputar kejanggalan gugatan praperadilan tersebut yang dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY).

Pencabutan dilakukan seiring dimulainya sidang gugatan, Senin ini. Sebelumnya pada 24 September, pihak Gunawan juga sempat mengajukan praperadilan, namun gugur karena dia mencabut gugatan.

Kuasa hukum Gunawan mengajukan permohonan praperadilan terhadap penyidikan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri ke PN Jaksel. Gugatan tersebut tercatat dengan nomor: 115/Pid.Pra/2018/PN.Jkt.Sel tertanggal 24 September 2018.

Pemohon mempersoalkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/547/IX/2016/DIT TIPIDDEKSUS tertanggal 1 September 2016dan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/33/I/2018/DIT TIPIDDEKSUS tertanggal 4 Januari 2018.

Selain itu, pemohon juga mempermasalahkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan Nomor: B/172/XII/DIT TIPIDDEKSUS tertanggal 1 Desember 2016.

Baca: KY dan Bawas MA Diminta Awasi Praperadilan Gunawan Jusuf

Surat perintah penyidikan dari Bareskrim Polri itu dianggap tidak sah dan tidak mempunyai nilai hukum. Penyidikan itu juga diminta dibatalkan karena perkara tersebut memiliki subyek, obyek, materi perkara, locus delicti, dan tempus delicti yang sama (Nebis In Idem) dengan putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung Nomor: 87 PK/PID/2013 tertanggal 24 Desember 2013.

Saat dikonfirmasi mengenai pencabutan ini, Marx Adryan, salah satu kuasa hukum Gunawan, tak menjawab. Telepon dan pesan singkat yang dilayangkan tak dijawab.

Kasus ini bermula saat warga negara Singapura, Toh Keng Siong, melaporkan Gunawan Jusuf ke Bareskrim Polri atas perkara dugaan penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dalam kasus ini, Gunawan masih berstatus saksi.

(UWA)