Sempat Dilarang Jadi Atlet, Evi Berikan Medali Emas untuk Orangtua

JawaPos.com – Atlet para atletik Indonesia Karisma Evi Tiarani punya kepuasan tersendiri setelah berhasil menyumbang medali emas dan perunggu di Asian Para Games 2018. Evi berhasil membuktikan kepada orangtuanya bahwa jalan atlet yang ia pilih bukanlah pilihan yang salah.

Atlet asal Boyolali, Jawa Tengah itu menceritakan, awalnya ia sempat dilarang menjadi atlet oleh kedua orangtuanya. Oleh orangtuanya, Evi yang masih duduk di bangku SMA kelas XII di Surakarta itu diminta untuk menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu. 

Namun, dengan kemauan dan keyakinan yang kuat, Evi akhirnya berhasil membujuk ayah dan ibunya untuk merelakannya terjun ke arena pertandingan.

Kerja keras Evi pun tidak mengkhianati hasil. Medali emas di nomor lari 100 meter dan medali perunggu dari nomor lompat jauh berhasil ia bawa pulang.

“Sekarang emas ini aku persembahkan untuk orang tua. Kemudian untuk pelatih dan teman-teman,” kata Evi, Rabu (10/10).

Evi menuturkan, keraguan yang sebelumnya pernah timbul di hati orangtuanya perlahan lalu berubah menjadi kepercayaan dan dukungan terhadap dirinya. Dukungan dari orangtua, pelatih, dan teman-teman inilah yang akhirnya bisa memicunya meraih medali.

“Mereka mendukung penuh. Ibu saya dan pelatih klub juga ikut menonton tadi,” katanya.

Untuk diketahui, Evi meraih emas diraih dari nomor lari 100 meter T42/T63, dan medali perunggu dari nomor lompat jauh T42-44/61/64.

(isa/JPC)