Napi Masih Boleh Berkeliaran selama Tanggap Darurat

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly – Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Pemerintah masih membebaskan narapidana di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), imbas gempa dan tsunami. Mereka masih bisa berkeliaran selama masa tanggap darurat.

“Kita harus maklum bisa saja di antara mereka ada yang keluarganya yang tertimbun hilang sampai sekarang belum diidentifikasi. Secara kemanusiaan masih berikan kesempatan,” kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Oktober 2018.

Yasonna mengaku pihaknya sempat meminta Polda Sulteng memanggil para narapidana. Namun, langkah itu tak dilakukan mengingat masa tanggap darurat diperpanjang sampai 26 Oktober 2018.

Untuk saat ini, kata dia, 600 narapidana sudah melaporkan diri kepada lembaga pemasyarakatan (lapas). Sementara itu, masih ada seribu napi yang belum diketahui keberadaannya. 

(Baca juga: Napi Kabur saat Gempa Sulteng Terancam Pemberatan Hukuman)

Yasonna mengimbau para napi mau melaporkan diri. Dia menekankan napi bakal dicari keberadaannya ketika masa tanggap darurat sudah selesai. 

Sementara itu, lapas yang rusak akibat gempa dan dibakar napi masih diupayakan diperbaiki sebisa mungkin. Perbaikan penuh baru bisa dilakukan pada 2019.

“Anggaran untuk tanggap darurat sudah kita kasih. Kita harapkan juga bantuan dari Kementerian Keuangan,” tutur dia. 

Kader PDI Perjuangan itu memastikan lokasi lapas tak dipindah. “Saya kira masih manageable,” kata Yasonna. 

(REN)