Polri: Peluru Nyasar DPR bukan Penembak Jitu

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto. MI/Barry Fatahilah.

Jakarta: Polisi membantah dugaan peluru nyasar ke ruangan di Gedung DPR berasal dari senjata laras panjang. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto masih yakin peluru ditembakkan dari Lapangan Tembak Senayan.

Polisi menemukan sejumlah anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) di Lapangan Tembak Senayan setelah insiden peluru nyasar itu. Setyo menambahkan tak mungkin peluru tersebut ditembakkan dari senjata penembak jitu.

“Yang lain enggak ada, dari mana yang tembak dan saya yakin tidak ada sniper yang menggunakan kaliber 9 milimeter,” ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018. 

Setyo sangsi peluru itu ditembakkan penembak jitu. Karena, jika benar peluru pasti mengenai sasaran.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Perbakin DKI Jakarta itu menyebut sudut tembakan berasal dari Lapangan Tembak Senayan. Lagipula, kata dia, jika ditembakkan penembak jitu sudut tembakan pasti berasal dari atas.

“Malah lebih supaya melihat, paling tidak sejajar,” ujarnya. 

Jenderal bintang dua itu menegaskan tak mungkin penembak jitu menggunakan peluru kaliber 9 milimeter. Senjata yang digunakan penembak jitu pun senapan laras panjang.

“Tapi kemarin enggak ada yang pakai itu (laras panjang),” tambahnya. 

(DRI)