Tersangka Kasus Suap Meikarta Dititip ke Polda Metro

Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menitipkan dua tersangka kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta, Cikarang, Bekasi, ke Rumah Tahanan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Kedua tersangka itu yakni Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi. 

“Karena rutan KPK sudah penuh ya. Kita memang ada sinergitas, kerja sama yang baik dengan KPK,” kata Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya AKBP Barnabas S Imam saat diklarifikasi, Rabu, 17 Oktober 2018.

Meski dua tersangka itu ditahan di Polda Metro Jaya, namun ruang tahanannya dipisah. Billy dimasukkan ke sel bersama lima tahanan KPK yang lebih dahulu dititipkan di sana. Sedangkan Neneng bersama lima tahanan perempuan yang terjerat kasus tindak pidana umum. 

Baca juga: Ada Kode Baru di Suap Meikarta

Billy dan Neneng ditahan di Rutan Polda Metro Jaya hingga penyidikan kasus itu rampung. Barnabas mengatakan, dua tersangka tahanan KPK itu akan diperlakukan sama dengan tahanan lainnya.

“Persis sama, enggak ada bedanya (dengan tahanan lain). Yang jelas selama proses penyidikan saja. Tapi kalau pas proses penuntutan kita enggak tahu nih, tunggu perkembangannya saja,” ujar dia.

Lebih lanjut dia menambahkan, ruang tahanan Neneng berada di blok yang sama dengan kamar tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong, Ratna Sarumpaet. 

“Ya mau enggak mau pasti berbaur sama tahanan lain juga. Kan mereka satu sel, kumpul di situ. (Neneng dan Ratna) satu blok, tapi beda kamar,” ucap Barnabas.

(HUS)