Tekuni Angkat Berat Setelah Kena Piting Saat Bergulat

JawaPos.com – Tidak ada yang menyangka sifat bandel seorang Deni dapat membawa lifter putra Indonesia itu ke dunia angkat berat yang akhirnya melambungkan namanya di Tanah Air. Ada kisah cukup unik di balik terjunnya Deni menjadi seorang atlet angkat berat.

Semuanya dimulai pada tahun 2002 saat Deni kecil masih duduk di bangku SMP kelas 3. Lifter spesialis nomor 67 kg itu menceritakan, kala itu sekolahnya didatangi oleh salah satu pelatih angkat berat Indonesia untuk mencari bibit-bibit atlet.

Deni menceritakan, saat itu kepala sekolahnya langsung menganjurkan namanya untuk ikut. Deni pun tak serta merta mau.

“Nama pelatihnya Bang Joni. Dia ke sekolah mencari orang buat ikut angkat berat. Saya sih awalnya nggak mau, soalnya pertama saya mikir, itu olahraga apaan memangnya,” ujar Deni ketika ditemui di Pelatnas Angkat Berat, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Tolakan tersebut tidak membuat kepala sekolah Deni kehabisan akal. Deni pun diancam.

“Saya ditunjuk karena bandel. Kepala Sekolah bilang lebih baik diarahkan ke hal positif. Saya tidak mau, tetapi dia bilang kalau saya nggak mau ikut, saya nggak diluluskan,” kenangnya.

Ancaman itu rupanya berhasil. Deni yang ketakutan tidak diluluskan dari sekolah pun terpaksa memutuskan untuk ikut. Untuk mendorong Deni, pihak sekolah pun memberikan uang transportasi sebesar Rp 50 ribu per minggu.

Motivasi Deni menekuni angkat berat juga dipicu karena ia sudah lama ingin keluar dari cabang olahraga gulat yang ia tekuni dari awal masuk SMP.

Lantaran bandel, Deni menceritakan, ia kerap kali jadi sasaran para seniornya saat melakukan latih tanding.

“Dulu SMP saya ikut gulat. Cuma karena dipiting sama senior maka saya gak mau lagi. Sebelum mulai gulat juga saya harus pemanasan lari dulu selama satu jam sampai muntah. Makanya akhirnya pindah ke angkat berat,” ujarnya.

Angkat berat yang awalnya cuma jadi olahraga pelarian dan syarat kelulusan pun akhirnya ditekuni secara serius oleh Deni. Setelah berlatih selama sebulan, Deni berhasil meraih gelar juara pertamanya.

“Terjun latihan sebulan, kemudian tanding antar sekolah tingkat se-Jawa Barat, dan dapat emas. Dari situ ditawarkan untuk pindah latihan di Cibinong. Apalagi disekolahkan SMA gratis. Ya kenapa enggak? Kapan lagi bisa nggak ngerepotin orang tua,” ujar Deni.

Menempuh jalan sebagai atlet angkat berat nasional pun bukan hal mudah. Deni pernah merasakan menerima honor hanya sebesar 25 ribu perbulan.

Tetapi, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Sebaliknya Deni justru makin terpacu untuk meraih prestasi yang lebih baik.

SEA Games tahun 2011 menjadi titik awal kebangkitannya. Deni berhasil meraih medali perak. Prestasi ini lalu dilanjutkan di SEA Games 2013 dan SEA Games 2017 di mana dia mampu meraih medali emas.

Deni pun turut berkompetisi di Asian Games 2018. Namun, beratnya peta persaingan membuatnya harus puas pulang tanpa medali.

Gagal di Asian Games 2018, Deni langsung memasang target yang lebih tinggi, yakni meraih medali di Kejuaraan Dunia 2018 dan Olimpiade Tokyo 2020.

(mat/JPC)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.