Ketua MPR dukung kolaborasi lintas agama untuk pelestarian hutan tropis Indonesia

Jakarta (ANTARA News) – Ketua MPR, Zulkifli Hasan, mendukung penuh pelestarian hutan serta perlindungan hutan tropis di Indonesia yang harus tetap dijaga kelestariannya untuk anak cucu.

“Tentu saja kami, MPR, dan kita semua elemen bangsa Indonesia mendukung pelestarian hutan serta perlindungan hutan sebab perannya yang sangat luar biasa tersebut. Dan MPR memberikan apresiasi tinggi dan mendukung penuh upaya-upaya elemen masyarakat dalam pelestarian dan perlindungan hutan tropis Indonesia,” katanya, di Jakarta, Jumat.

Dia katakan itu dalam acara Peluncuran Prakarsa Lintas Agama Untuk Perlindungan Hutan Tropis Di Indonesia, di Taman Perdamaian, Kompleks Gedung MPR, Senayan, Jakarta.

Ia mengungkapkan, hutan tropis di Indonesia adalah kekayaan bangsa yang harus dijaga kelestariannya.

Beragam flora dan fauna bahkan yang hampir punah ada di hutan-hutan Indonesia.  Selain berperan sebagai penyeimbang alam dan ekosistem nasional, hutan Indonesia juga berperan sebagai “paru-paru dunia”.

Peluncuran Prakarsa Lintas Agama Untuk Perlindungan Hutan Tropis Di Indonesia adalah acara pembacaan deklarasi bersama Kolaborasi Lintas Agama Mendukung Pelestarian Hutan Tropis Indonesia dan acara penanaman secara simbolik bibit-bibit pohon khas Indonesia di Taman Perdamaian itu.

“Bersatunya berbagai macam agama di Indonesia dalam satu misi pelestarian hutan Indonesia adalah potret implementasi Pancasila dan kebhinnekaan Indonesia yang melupakan perbedaan demi satu tujuan yang mulia,” ujarnya.

Berbicara soal menjaga persatuan bangsa, dia menegaskan, itu adalah tugas dan peran semua anak bangsa. Salah satu tugas MPR –sesuai UU– adalah menyosialisasikan pentingnya menjaga persatuan, kebersamaan, saling menghormati dan menghargai.  Sebab, hal-hal itu kesepakatan para pendiri bangsa yang digunakan sebagai landasan kokoh Indonesia merdeka. 

“Kami juga memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang harus kita jaga terus. Jangan sampai Indonesia yang terdiri dari keberagaman yang luar biasa sampai terkoyak-koyak. Para pendiri bangsa sudah meletakkan dasar untuk melupakan perbedaan dan hanya fokus kepada cita-cita bersama yakni Indonesia sejahtera. Itu tugas kami dan akan kami jaga terus,” tandasnya.

Namun, dia katakan, banyak sekali potensi gangguan terhadap persatuan Indonesia yang susah payah dibangun para pendiri bangsa antara lain panasnya suasana tahun politik saat ini dan pada 2019 karena berbeda pilihan.

“Makanya, untuk menjaga agar kegaduhan tahun politik bisa mereda bahkan hilang, MPR dengan berbagai berupaya dengan sungguh-sungguh menjaga persatuan bangsa, salah satunya dengan mengkampanyekan kompetisi yang bersahabat.  Pilihan boleh berbeda tapi semua tetap saudara. Tahun politik kita menjalankan demokrasi untuk kesejahteraan bersama bukan untuk berperang satu sama lain,” tegasnya. 

Peluncuran Prakarsa Lintas Agama Untuk Perlindungan Hutan Tropis Di Indonesia adalah kerja bareng MPR, Kementerian Lingkungan Hidup, Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations, dan Indonesia Bergerak Selamatkan Bumi.

Selain dihadiri Hasan, juga dihadiri Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua DPD, Akhmad Muqowam, tokoh Muhammadiyah dan Ketua Dewan Antar Agama Indonesia, Din Syamsuddin, perwakilan Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia, dan Konferensi Waligereja Indonesia.

Juga Parisada Hindu Dharma Indonesia, Persatuan Umat Budha Indonesia, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, serta para mahasiswa dan masyarakat umum lintas agama se-Jabodetabek juga perwakilan negara sahabat.

Pewarta: Jaka Sugiyanta
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018