RI-AS luncurkan buku “The State of The Sea”

Nusa Dua, Bali (ANTARA News) – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) meluncurkan buku The State of the Sea yang menggambarkan sumber daya laut dan pesisir Indonesia di sela-sela pelaksanaan Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin.

“Bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia, Amerika Serikat menghadirkan buku `The State of the Sea yang merangkum perjalanan dari upaya bersama untuk mendorong kelestarian laut Indonesia,” kata Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr.

Ia berharap publikasi ini akan memberikan inspirasi, dapat menyuguhkan informasi yang mendidik, dan memandu upaya bersama di masa depan untuk mencapai pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan di Indonesia.

Dia juga menyoroti pentingnya kesinambungan kerja sama antarpemangku kepentingan dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.

Pemerintah AS melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan mitra pelaksana serta pemerintah Indonesia telah bekerja sama dalam berbagai program untuk memajukan konservasi laut dan perikanan berkelanjutan.

USAID, melalui Proyek Sustainable Ecosystems Advanced (USAID SEA), mendorong perikanan lokal dan pengelolaan sumber daya kelautan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715, perairan yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan produktif, mencakup provinsi Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara.

Dengan menekankan tema  Our Ocean Conference  yang ke-5 dengan Our Ocean, Our Legacy, Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan Aryo Hanggono menyerukan pentingnya kerja sama yang terus berlanjut untuk memastikan masa depan yang berkelanjutan, aman dan sejahtera sbobet indonesia.

“Melindungi laut dan kekayaan hayatinya memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Masing-masing individu perlu menjadi bagian dalam upaya konservasi untuk melindungi sumber daya laut yang bernilai tinggi, sehingga tidak hanya Indonesia tetapi juga dunia dapat merasakan manfaat bagi generasi yang akan mendatang,” katanya.

Buku tersebut dicetak dalam tiga volume dan dua bahasa (bahasa indonesia dan bahasa inggris) oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dan  merupakan publikasi yang disusun dengan gaya penulisan populer yang memberikan gambaran sumber daya laut dan pesisir Indonesia.

“The State of the Sea” menjadi sarana informasi bagi para pembuat kebijakan, praktisi dan masyarakat luas untuk memahami lebih dalam tentang kehidupan masyarakat pesisir Indonesia, sumber daya alam laut, keanekaragaman hayati laut, serta keterhubungan ekosistem laut dan masyarakat.

Volume pertama buku ini mengarahkan pembacanya untuk dapat memahami lingkungan laut dan pesisir Indonesia, keanekaragaman hayatinya, nilai-nilainya namun juga hal-hal yang menjadi ancaman.

Volume pertama juga memberikan gambaran umum tentang tata kelola serta kelembagaan pengelolaan laut dan pesisir secara nasional.

Volume 2 dan 3 memaparkan upaya-upaya pengelolaan di Wilayah Pengelolaan Perikanan 715 melalui dukungan dari Proyek USAID SEA serta manfaat yang diharapkan.